Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Best Practice: Google Classroom Plus

  Best Practice: Google Classroom Plus


A.  PENDAHULUAN

1.     Latar Belakang

Ada banyak walimurid mengeluh tentang frekuensi penggunaan gaway android oleh putera-puteri mereka. Mereka merasa kesuliatan mengendalikan dan mengurangi penggunaan gaway tersebut. Hampir semua waktu anak-anak dihabiskan dengan bermain gaway. Hal lain, berdasarkan hasil survey melalui wawancara dengan walimurid diperoleh kesimpulan bahwa di atas rata-rata murid belajar tidak terarah. Ada yang belajar dengan melanjutkan materi tematik keesokan harinya, ada yang mengulang materi, dan ada yang belajar acak atau sekedar membuka-buka buku baik buku teks maupun catatan.

Dengan beberapa latar belakang tersebut tercetus gagasan untuk membangun kelas ‘dalam jaringan’ (daring). Gagasan tersebut berawal dari inisiatif mengurangi penggunaan gaway dan belajar terarah. Dengan kata lain, mengganti fokus perhatian para murid yang semula bermain ‘game’ menjadi belajar secara daring.

Dengan dasar tersebut, penulis memberi judul proposal ini dengan Best Practice: Google Classroom Plus. Go-Class merupakan akronim dari Google Classroom, suatu bentuk kelas daring yang dipatenkan oleh perusahaan Google.

 

2.   Tujuan dan Sasaran

Merujuk pada latar belakang di atas dapat dirumuskan tujuan sebagai berikut.

1.      Memaparkan bentuk-bentuk fasilitas layanan Go-Class.

2.      Menemutunjukkan bahwa Go-Class mampu memberikan layanan pembelajaran plus.

3.      Mendeskripsikan cara membangun dan mengelola kelas daring dengan menggunakan fasilitas Go-Class.

4.      Memaparkan hasil pemanfaatan dam dampak Go-Class.

5.      Memaparkan rencana keberlanjutan Go-Class.

Sasaran pemanfaatan Go-Class adalah para murid SDN Pangarangan 3 Sumenep, khususnya kelas 5-A. Kelas yang diampu oleh Salamet Herianto.


 

B.   GO-CLASS BENTUK LAYANAN PEMBELAJARAN PLUS

1.   Fasilitas Layanan Go-Class

Berbagai kemudahan telah tersedia pada Google Classroom (Go-Class). Kemudahan tersebut salah satunya berupa penyediaan kelas daring. Kemampuan tersebut tidak hanya pada kemampuan membuat soal dengan berbagai bentuk mulai dari pilihan ganda, jawaban singkat, jawaban panjang, dan sebagainya. Juga dapat mengisi materi yang berupa teks, gambar, audio, dan video. Tidak perlu repot mengunduh tinggal masukkan link laman atau video youtube pada halaman kelas daring.

 

2.   Go-Class Bentuk Layanan Pembelajaran Plus

Go-Class merupakan alternatif yang menarik untuk dimanfaatkan guna menggugah minat murid untuk belajar secara mandiri. Materi-materi yang terdapat di dalamnya disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi dasar yang sedang dan akan dipelajari.

Beberapa layanan yang dimaksud dapat berupa pembuat soal yang dilengkapi dengan skor otomatis, penayangan teks materi pembelajaran, audio dan video pembelajaran, serta percakapan tertulis dengan guru dan teman-teman sesama murid dalam kelas tersebut.

 

3.   Cara Membangun dan Mengelola Kelas Daring Go-Class

Go-Class dapat dengan mudah dibuat dengan menggunakan akun google. Tentu syarat utama harus memiliki akun google. Langkah selanjutnya adalah  membuka alamat/laman https://classroom.google.com. Kemudian dilanjutkan dengan mendaftarkan diri dengan menggunakan akun tersebut. Kemudian lakukan sign in, maka ada pilihan Create (membuat) dan Join (bergabung). Langkah pertama adalah klik Create. Kemudian isi format sesuaikan dengan kelas yang diampu guru. Contoh: Kelas 5-A Daring, maka muncul notifikasi seperti berikut.


Centang terlebih dahulu form di bawah ini.  Klik Continue (lanjutkan). Kemudian lagi muncul form isian yang meminta nama kelas, nama sekolah, dan sebagainya seperti di bawah ini.

Kemudian klik Save (simpan), maka muncullah halaman kelas daring tersebut seperti contoh di bawah. Tampilan gambar sudah penulis ubah disesuaikan dengan keinginan kelas.



Selanjutnya tinggal mengajak para murid untuk bergabung dengan cara mengunduh aplikasi Googgle Classroom pada gawai android. Setelah diunduh di gawai para murid, segera pasang (install). Langkah berikutnya setelah gaway murid terinstal Go-Class, maka klik tanda tambah dan pilih Join (bergabung). Pada tahap tersebut, guru meminta murid untuk memasukkan kode kelas daring yang terdapat pada halaman kelas daring yang guru buat seperti yang ditunjukkan panah di bawah.




Setelah para murid bergabung, maka akan muncul seperti tampilan berikut. Contoh di bawah adalah para anggota kelas daring di kelas 5-A (Kelas Kreatif) di SDN Pangarangan 3 Sumenep.

Pada halaman utama Go-Class terdapat tiga tab pada bagian atas tengah yaitu Stream (serupa beranda), Classwork (pekerjaan murid), dan People (anggota).

Pada halaman utama (Stream) guru dapat menyapa murid atau memberinya tugas sedangkan pada tab Classwork guru dapat memberikan soal (jawaban singkat, jangan panjang, pilihan ganda, dan sebagainya dengan mengklik Create (membuat) sampai muncul tampilan berikut.

Guru tinggal memilih apakah memberi tugas, memberi soal, atau memberikan materi pengayaan untuk dibaca. Bentuknya juga bisa variatif bisa teks, audio, atau video. Tinggal memilih menu pada tab Create tersebut.

Pada proses pembuatan soal disarankan guru membuatnya terlebih dahulu di Googgle Form. Dengan aplikasi tersebut mempermudah pengerjaan dan penilaiannya. Guru juga bisa langsung menggunakan format yang sudah ada pada Workclass. Misalnya Quiz Assigment, maka akan muncul tampilan berikut. Judul diisi misal: Latihan Soal Tema 6 Subtema 3. Instuction bisa diisi dengan perintah misal: Isilah dengan jawaban yang benar!


Soal akan berada pada lampiran Blank Quiz. Dengan terlebih dulu membuat soal di google form kemudian menautkan link lamannya ketika soal sudah rampung dibuat. Berikut tampilan google form yang dimaksud.



Judul diisi seperti contoh di atas. Kemudian pilih jenis soal pada bagian kanan halaman tepat pada tanda panah. Untuk menambah soal, klik tanda tambah di samping panah.

Setiap selesai satu soal, agar tidak lupa, segera diberi kunci jawaban dan skor per soal. Namun, sebelumnya klik terlebih dahulu tanda gigi roda (pengaturan) pada kanan atas halaman sehingga muncul tampilan seperti di bawah. Lakukan centang pada ketiga tab sesuai gambar kemudian simpan.



Make this quiz harus nyala biru sehingga per soal dapat muncul skornya. Kemudian save (simpan). Selesai satu soal, beri kunci jawaban dengan mengklik Answer Key pada bagian bawah soal.



Maka akan muncul tampilan berikut.


Akhiri dengan mengklik Edit Question, untuk menambah soal di bawahnya. Menambah soal klik tanda tambah di samping kanan halaman. Setelah semua soal dibuat, diberi kunci jawaban, kemudian klik tanda Sent (kirim) pada kanan atas sehingga muncul tampilan berikut.


Klik bagian yang ada panahnya, copy linknya dan tempelkan (paste) ke tanda panah gambar bawah ini di halaman pembuatan soal kelas daring tadi.


 

Sehingga seperti di bawah ini.



Lanjutkan dengan mengklik Assign. Maka akan tampil di halaman Classwork seperti ini.


Selanjutnya para murid akan mengerjakannya dengan cara mengkliknya. Ketika mengklik, mereka akan masuk secara otomatis ke halaman google form seperti ketika guru membuat soal dan klik view assignment sehinnga muncul halaman seperti di bawah ini.


Klik
instruction (perintah) dan muncul tampilan berikut,

Kemudian klik judul soal, maka akan masuk ke google form secara otomatis seperti ini.

Mereka harus mengisi nama berupa email. Email yang diiisikan sebagai identitas pada soal tidak harus email valid. Yang guru butuhkan hanya nama murid. Jadi semisal diisi nama murid dan akhiran gmail.com tidak bermasalah. Contoh: nisa@gmail.com. Kemudian para murid mengisi jawaban dengan cara mengklik lingkaran menjadi nyala biru sebagai jawaban.

Setelah akhir jawaban, mereka wajib menekan kata Submit (menyetor).

Maka secara otomatis, skor murid akan tampil pada bagian view score jika diklik.

Tampillah skor yang diperoleh murid.



Jika ingin melihat semua skor kelas tinggal back halaman ini.


Sehingga muncul halaman awal soal. Perhatikan pojok kanan atas ada gambar pensil. Klik, maka akan masuk ke halaman edit. Untuk melihat skor keseluruhan klik Response.



Maka akan tampil skor semua murid kelas daring tersebut.

 

4.   Pemanfaatan Go-Class dan Dampaknya

Dengan hadirnya kelas daring, para walimurid merasa terbantu atas arah belajar putera-puteri mereka. Mereka juga dapat membantu kesulitan belajar anak. Mereka juga dapat mengetahui tingkat kemampuan pencapaian belajar  anak.

Beberapa manfaat yang dapat dipetik dengan adanya Go-Class adalah sebagai berikut.

a.       Mengurangi penggunaan gaway android yang tidak perlu.

b.      Mengurangi penggunaan kertas.

c.       Pembelajaran terarah.

d.      Ada interaksi belajar di rumah antara murid dengan walimurid serta anggota keluarga.

e.       Terjadi diskusi di rumah.

f.       Dapat diketahui secara langsung pencapaian belajar.

g.      Dapat digunakan penilaian harian dan tugas rumah.

h.      Dapat saling berbagi dan bermotivasi.

i.        Menautkan materi baik berupa teks, gambar, audio, atau video.

 

5.   Keberlanjutan Go-Class

Go-Class secara resmi dibuat pada 15 Januari 2019 dan berlangsung hingga sekarang. Dukungan kepala sekolah SDN Pangarangan 3 sangat memotivasi begitu pula dengan dukungan para walimurid. Setidaknya Go-Class menjadi teman belajar yang baik untuk para murid kelas 5-A dan dapat diadaptasi oleh kelas lain di SDN Pangarangan 3 Sumenep atau lembaga pendidikan lain.

Go-Class juga dapat dijadikan acuan penilaian proses dan hasil sehingga Go-Class layak dijadikan program kelas berkelanjutan. Beberapa hasil penskoran latihan soal dan penilaian harian dapat ditampilkan sebagai berikut sebagai bukti otentik layak tidaknya sebagai program berkelanjutan

Contoh video muatan pembelajaran IPA


Contoh teks materi pembelajaran muatan IPS


Contoh pemetaan skor Latihan Soal Matematika.

 
Daftar skor Latihan Soal Matematika.

Prosentase jawaban benar


C.  PENUTUP

Dari paparan di atas dapat dipetik beberapa simpulan bahwa Go-Class dapat memberikan manfaat sebagai berikut. (1) Meningkatkan minat belajar mandiri di rumah murid; (2) Mengurangi penggunaan gaway android yang tidak perlu; (3) Mengurangi penggunaan kertas; (4) Pembelajaran terarah; (5) Ada interaksi belajar di rumah antara murid dengan walimurid serta anggota keluarga; (6) Terjadi diskusi di rumah; (7) Dapat diketahui secara langsung pencapaian belajar murid; (8) Dapat digunakan penilaian harian dan tugas rumah; (9) Dapat saling berbagi dan bermotivasi; (10) untuk kepentingan penilaian harian (PH) atau yang sejenis dapat mengurangi penggunaan kertas (paperless); dan (11) Menautkan materi baik berupa teks, gambar, audio, atau video.

Menurut penulis, secara berkelanjutan Go-Class diduga sangat berperan dalam meningkatkan minat belajar para murid sehingga sangat tepat dijadikan program berkelanjutan. Go-Class terbukti (1) Meningkatkan minat belajar mandiri di rumah murid; (2) Mengurangi penggunaan gaway android yang tidak perlu; (3) Mengurangi penggunaan kertas; (4) Pembelajaran terarah; (5) Ada interaksi belajar di rumah antara murid dengan walimurid serta anggota keluarga; (6) Terjadi diskusi di rumah; (7) Dapat diketahui secara langsung pencapaian belajar murid; (8) Dapat digunakan penilaian harian dan tugas rumah; (9) Dapat saling berbagi dan bermotivasi; (10) untuk kepentingan penilaian harian (PH) atau yang sejenis dapat mengurangi penggunaan kertas (paperless); dan (11) Menautkan materi baik berupa teks, gambar, audio, atau video.

Go-Class merupakan aplikasi mudah dibuat dan dijalankan. Go-Class juga dapat diadopsi dan digunakan di kelas atau lembaga pendidikan yang lain. Setidaknya dengan Go-Class masa penggunaan gaway oleh murid teralihkan dan terkurangi.







ck; text-align:center;'/>
Cocokpedia
Cocokpedia Dapur Mikir

Post a Comment for "Best Practice: Google Classroom Plus"