Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Format Penilaian KI1 (Religi) dan KI2 (sosial) pada Raport K13

 

Ada request tentang cara membuat format penilaian KI 1 dan 2 atau menilai Kompetensi Inti 1 (KI-1) dan Kompetensi Inti 2 (KI-2) pada raport Kurikulum 2013 (K13) sehingga pada kesempatan ini saya ingin membagikannya sekedar contoh penilaian KI atau inspirasi buat bapak ibu guru dalam menyelenggarakan penilaian proses dan otentik dalam pembelajaran. Ada yang menyebut format ini sebagai rubrik penilaian KI 1 dan KI 2 ada pula yang mengistilahkan sebagai jurnal penilaian ki 1 dan ki 2.

Beberapa alasan request tersebut salah satunya mereka merasa bingung cara menilai KI-1 dan KI-2 sehingga kadang para guru memasukkan nilai pada muatan PAI dan PB ke nilai KI-1 dan memasukkan nilai muatan PPKn menjadi nilai KI-2. Ada pula yang menilai berdasarkan catatan-catatan khusus seperti murid A baik dan pandai baca Quran, atau walimuridnya suka memberikan bingkisan. Dengan demikian maka format penilaian ki 1 dan 2 ini penting.

 

Pertama yang harus kita sepakati berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 24 tahun 2016 bahwa yang ingin dicapai dalam kompetensi aspek religi atau KI-1 adalah berupa rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu “Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.” Kedua, bahwa yang ingin dicapai dalam kompetensi aspek sosial (KI-2) adalah “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.” Dalam Permendikbud tersebut juga dinyatakan bahwa kompetensi inti ada 4 yakni kompetensi spiritual (KI-1), sosial (KI-2), pengetahun (KI-3), dan keterampilan (KI-4). Dengan dasar kompetensi inti tersebutlah kemudian diterjemahkan dalam bentuk kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik atau murid. 

Berdasarkan rumusan di atas tentang kompetensi inti yang ingin dicapai saya buatkan Format Penilaian KI1 (Religi) dan KI2 (sosial) pada Raport K13 sebagai contoh dan inspirasi bagi bapak ibu guru. Format Penilaian KI 1 (Religi) dan KI2 (sosial) pada Raport K13 tersebut dapat ibu bapak modifikasi atau ubah sesuai dengan aspek religi (agama) yang dianut dan nilai-nilai yang ingin dicapai (tentu tetap sesuai dengan dasar-dasar yang ada dalam Permendikbud di atas) sehingga pada raport merupakan hasil dari format penilaian KI-1 KI-2 KI-3 KI-4.

Berikut beberapa tafsir yang berhasil saya buat untuk Kompetensi Inti 1 (KI-1) yang tentu harus disesuaikan pada kemampuan siswa pada aspek spiritual.

Indikator KI-1 (seusai kemampuan)

TAUHID

1. hafal nama-nama Allah (asmaul husna) dan paham artinya
2. hafal sifat wajib Allah (sifat 20) dan paham artinya
3. hafal rukun Islam, Iman, dan melaksanakannya
4. yakin bahwa Allah adalah Tuhan dan kepadaNya berserah diri

FIQIH

1. Cara bersuci dan berwudu
2. melaksanakan salat dengan benar
3. melaksanakan ibadah lain dengan benar
4. Hafal doa harian dan artinya (mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi)

QURAN

1. dapat membaca Quran
2. hafal beberapa ayat
3. hafal beberapa surat/surat
4. mengerti ayat atau surat yang dihafal dan mengamalkannya
                         

Berikut beberapa tafsir yang berhasil saya buat untuk Kompetensi Inti 2 (KI-2) yang tentu harus disesuaikan pada kemampuan siswa pada aspek sosial.                  

Indikator KI-2 (sesuai kemampuan)

Akhlak Kepada Guru dan orangtua

1. Sungkem atau salim kepada guru
2. Berdiri ketika guru datang
3. Membungkuk ketika lewat di depan guru
4. Menggunakan jempol kanan ketika menunjuk
5. Berbicara halus (enggi bunten)
(adab selengkapnya ada pada Ketab Adab Mored ka Guru, jadi bisa ditambahkan sendiri ke kolom)

Akhlak pada lingkungan

1. menyukai kebersihan dan kerapian
2. baik kepada semua anggota sekolah
3. peduli kepada teman
4. peduli pada lingkungan sekolah

Akhlak dalam pembelajaran

1. Jujur
2. Bertanggung jawab
3. Disiplin dan taat aturan
4. percaya diri dan baik dalam berkomunikasi interaksi
5. Mandiri dalam melakukan sesuatu
 

Pada bagian bawah Format Penilaian KI 1 (Religi) dan KI 2 (sosial) pada Raport K13 dalam bentuk excel yang akan saya bagikan terdapat beberapa keterangan. Sekali lagi keterangan ini pun juga contoh yang dapat diadaptasi atau dimodifikasi (bukan pakem baku). Keterangan tersebut antara lain mencakup beberapa hal. 


Keterangan:

a. Angka 1, 2, 3, dan 4 adalah indikator KI (indikator KI ada pada sebelah kiri tabel).
b. Pemberlan nilai minimal 75 maksimal 95 (sesuaikan dengan KKM).
c. Walikelas bertanggung jawab atas semua penilaian KI-1 KI-2 (termasuk KI-3 dan 4) selain guru mapel (PAI dan BTQ).
d. Indikator ini hanya sebagai contoh dan inspirasi untuk menilai KI-1 dan KI-2, guru bebas memodifikasinya.
e. Indikator KI-1 dan KI-2 ini berdasarkan permendikbud No 16 tahun 2016 dan Permendikbud No 37 Tahun 2018.
dan adaptasi dari buku BERKENALAN DENGAN ALLAH (Kitab Tauhid untuk Anak) dan KETAB ADAB MORED KA GURU. Materi selengkapnya ada pada kedua buku tersebut.
f. Nilai KI-2 dan KI-2 inilah yang menjadi dasar penilaian di raport.
g. Seluruh materi indikator KI-1 dan KI-2 disarankan untuk dilakukan secara praktik.


Pada bagian halaman berikutnya juga ditampilkan cara mendapatkan nilai dari KI-1 dan KI-2 dengan menggunakan format penilaian ki 1 dan 2 tersebut. Sekali lagi hanya sebagai contoh, bukan hal pakem. Bapak ibu guru dapat memodifikasinya sesuai kebutuhan.

Berikut contoh Format Penilaian KI 1 (Religi) dan KI2 (sosial) pada Raport K13 dapat diunduh pada tautan di bawah ini. 

Format Penilaian KI 1 (Religi) dan KI 2 (sosial) pada Raport K13

(Catatan penting: untuk membuka file tersebut gunakan password: bismillah)


Menurut saya, Format Penilaian KI 1 (Religi) dan KI 2 (sosial) pada Raport K13 harus dilengkapi pula dengan format portfolio dari masing-masing murid atau siswa. Kedua format inilah yang kemudian seharusnya diserahkan kepada guru pada kelas berikutnya bahkan harusnya juga diterima oleh guru di jenjang sekolah atau pendidikan selanjutnya sehingga keberlanjutan penilaian tidak terputus. 

Memang agak sulit dengan sistem yang kita punyai saat ini merealisasikan hal tersebut. Juga tidak semua guru juga peduli dengan data serta informasi penting tentang siswa mereka. Yang mereka tahu hanya raport, catatan-catatan angka dan deskripsi. Mereka tidak merasa perlu tahu tentang siapa si A dengan latar belakang religi dan latar belakang sosialnya. Padahal dua hal tersebut penting bagi guru sebagai dasar bagaimana kemudian mencarikan cara belajar yang sesuai agar si A tersebut sukses di kemudian hari. Tak banyak yang demikian. 

Idealnya pendidikan dari jenjang pendidikan dasar ke jenjang berikutnya ada sinkronisasi yang menyeluruh dan mendalam. Tentu mengenai anak didik. Tentang bagaimana lingkungan latar belakang yang mereka punyai, kemampuan khusus yang mereka  miliki, kesukaan, cita-cita, ketidaksukaan, siapa sahabatnya, dan sebagainya. 

Ini sebagai bentuk mimpi manis seorang pendidik. Seperti yang kita tahu, setiap ganti menteri ganti kurilukulum dan kebijakan. Seharusnya ada satu kurikulum induk (nasional) yang dibuat sebagai rujukan untuk kurikulum-kurikulum teknis di bawahnya. Hingga saat ini, pergantian kurikulum pendidikan masih berbanding lurus dengan proyek berbasis bisnis di dalamnya, misal buku paket. Bukankah tiap pergantian kurikulum disertai dengan pergantian buku paket? Bukankah secara esensial, tetap sama? Aneh? Ah, sudahlah sekian saja. 

Demikian Format Penilaian KI 1 (Religi) dan KI2 (sosial) pada Raport K13 dalam bentuk excel ini saya bagikan dan murni buatan saya pribadi. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi dalam pembuatan Format Penilaian KI 1 (Religi) dan KI2 (sosial) pada Raport K13 yang lebih baik dan otentik.

                                                                                                      

ck; text-align:center;'/>
Cocokpedia
Cocokpedia Dapur Mikir

1 comment for "Format Penilaian KI1 (Religi) dan KI2 (sosial) pada Raport K13"

  1. Jazakallah khoiron Katsiron. Sangat bermanfaat sekali ini dan penjelasannya

    ReplyDelete