Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Merdeka Belajar kepada Matahari

Adik-adik, belajar itu bisa kepada siapa saja dan apa saja karena Tuhan menciptakan segala sesuatu di dunia sangat serius dan penuh kasih sayang. Itu artinya segala sesuatu yang Tuhan ciptakan sangat berguna bagi yang mau menggunakan akal pikirannya. Tidak satupun yang Tuhan ciptakan itu sia-sia. Bukankah begitu?

Belajar dapat di mana saja dan kapan saja. Jangan lupa berniat untuk mendownload ilmu yang Tuhan sebarkan di dunia. Tak lupa pula ucapkan doa sebelum memulai belajar. Itu kita lakukan agar ilmu yang kita peroleh bermanfaat, berguna untuk kita oke?

Sumber Subpng.com



Belajar kepada Matahari

Kalian tahu kan Matahari itu satu bintang yang paling dekat dengan bumi. Di langit banyak bertaburan bintang, tapi yang terdekat dengan bumi hanya bintang bernama Matahari. Matahari adalah anggota bintang dari galaksi Bimasakti.

Dahulu pernah ada orang yang menyembah Matahari karena besar dan cahayanya sangat terang. Kemudian tidak jadi menyembahnya karena ketika malam tiba, Matahari diganti Bulan. Selain itu, ia nanti akan jadi penanda datangnya hari kiamat. Bukankah begitu menurut guru agama kalian?

Matahari suka Memberi

Sama dengan pohon, Matahari juga suka memberi. Ia lebih banyak memberi daripada menerima atau meminta. Ia memberikan cahayanya kepada pohon, tanah, manusia, dan hewan agar tetap sehat.

Dengan cahayanya air laut jadi garam, cahayanya dapat jadi energi listrik, cahaya dan panasnya dapat mengeringkan ikan, pakaian, padi, dan sebagainya. Bahkan dahulu sekali cahayanya dijadikan ukuran untuk membuat jam. Wow, keren kan?

Tahukah kalian dengan solar cell atau panel tenaga surya? Nah, cahayanya dapat diubah energinya menjadi listrik untuk kebutuhan di rumah, pabrik, mobil, sepeda, dan sebagainya. Bahkan dengan adanya cahaya Matahari banyak pabrik berdiri dan berbisnis. Misal krem pemutih kulit, krem anti surya, payung, topi, dan sebagainya.

Matahari juga Butuh Perawatan

Benarkah Matahari juga bisa sakit dan butuh perawatan? Bagaimana caranya agar Matahari tetap sehat? Apa yang harus kita lakukan? Matahari ternyata sangat sakit ketika manusia banyak yang menggunakan kulkas, ac, parfum yang menggunakan Freon.

Matahari juga akan sangat sakit ketika banyak manusia menebangi pohon. Matahari juga akan sakit ketika banyak pabrik yang mengeluarkan polusi udara. Matahari tidak suka rumah kaca.

Jadi bagaimana cara menjaga agar Matahari selalu sehat? Ya jangan dilakukan apa yang tidak ia suka. Setuju?

Teladan Disiplin Matahari

Apa sikap yang dapat dicontoh dari Matahari? Nah, betul. Kedisiplinan. Matahari tak pernah ingkar janji. Kalau ia berjanji akan datang pagi hari dan pulang saat senja, ia akan lakukan sesuai janji.

Matahari juga tidak pernah terlambat datang. Ia datang dan pulang selalu tepat waktu. Bahkan karena kedisiplinan dan tepat janjinya ayam bersaksi dengan berkokok pagi hari menyambut kedatangannya. Apakah kalian tidak malu kepada Matahari jika tidak tepat janji? Apakah kalian mau kalah sama Matahari jika selalu telat sekolah? Tentu tidak kan?

Renungan

Nah, kalian telah banyak mendapatkan ilmu dari Matahari. Ia suka memberi. Ia memberi lebih banyak daripada menerima atau meminta.  Matahari selalu setia dan tepat janji. Matahari selalu disiplin tidak pernah terlambat datang. Matahari berjalan lurus pada garis edarnya, ia patuh dengan melewati jalan yang diperintahkan padanya.

Sekarang pertanyaan, kalian dapat menjawabnya di kolom komentar. Atau di buku tulis kalian sebagai ilmu penting. Pertanyaannya begini:

Dapatkah kalian menyebutkan apa lagi yang telah diberikan Matahari?

Dapatkah kalian meniru sikap baik yang Matahari tunjukkan?

Baik itu saja dulu, sampai berjumpa pada merdeka belajar berikutnya ya. Teruslah belajar. Belajar hingga mati.

Kata Kunci

Kata kunci yang perlu kalian cari untuk menambah banyak ilmunya adalah: ozon, rumah kaca, klorofil, solar cell, galaksi, bimasakti, freon, solar system atau tatasurya,

 

ck; text-align:center;'/>
Cocokpedia
Cocokpedia Dapur Mikir

Post a Comment for "Merdeka Belajar kepada Matahari"