Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Profil Guru Masa Depan Harapan Bangsa

 




Profil Guru Masa Depan Harapan Bangsa

Profil Guru Masa Depan adalah prototipe atau arketipe atau purwarupa adalah rupa yang pertama (sosok pertama) atau rupa awal atau standar ukuran dari sebuah entitas. Guru adalah desain awal manusia yang sudah jadi dan siap diproduksi secara massal melalui peniruan oleh siswa atau murid atau santri. Maka tepatlah jika sebutan nama guru terdapat dalam Undang-undang Guru dan Dosen, bukan nama pendidik.

Sebutan guru akan berpasangan secara tepat dengan murid. Sebutan inilah yang paling tepat menggambarkan sosok orang mulia yang menemani anak-anak belajar di lembaga pendidikan. Mengenai sebutan pendidik dan peserta didik, ini juga pasangan yang cocok, tapi tidak sejalan dengan ruh yang terkandung dalam Undang-undang Guru dan Dosen. Mengenai guru dan siswa, ini bukan pasangan sebutan yang cocok.

Profil Guru Masa Depan selayaknya adalah lulus uji kompetensi yang siap dipakai dalam segala keadaan dan zaman di zaman kebangunan. Bahwa Guru adalah bayangan hologram masa depan murid, tempat mencantolkan cita-cita murid, tempat sumber motivasi dan imajinasi mereka, tempat terteduh dan nyaman, orang tua kedua yang setara dengan orang tua asli mereka.

Profil Guru Masa Depan siap pakai yang penuh dengan sumber informasi, pengetahuan, contoh sikap terbaik, dan keterampilan hidup. Guru adalah koki terbaik untuk bahan dan masakan terbaik yang pernah ada. Guru adalah jamu yang menyehatkan fisik dan mental sekaligus yang mampu murid serap dengan baik. Guru gudang gratis dari saluran data terlengkap yang diberikan Tuhan.


Guru sebagai Pelayan Publik

Profil Guru Masa Depan selain sebagai prototipe yang komplit, kapabel, utuh, penuh, guru juga sebagai pelayan publik di bidang pendidikan. Guru bersatus profesi pendidik sekaligus pengajar. Guru sebagai pelayan publik harus bisa menjadi mitra orang tua atau walimurid, mitra lembaga lain, mitra masyarakat, mitra perusahaan, dan bentuk mitra lain yang mendukung program pelayanan publik secara optimal.

Guru sebagai mitra publik harus transparan dalam hal pelaksanaan program pembelajaran dan pendidikan yang diampu, mengenai pencapaian kompetensi pengguna layanan (murid dan orang tuanya), mengenai penggunaan dana, dan sebagainya.

Guru sebagai pelayan publik di bawah sumpah moral demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Guru secara moral bertanggung jawab atas membaiknya pendidikan nasional dan terukur dengan baik progresnya. (Semua orang menjadi gurunya semua orang).


Guru Harus Literat

Profil Guru Masa Depan adalah Guru yang literat. Tidak mungkin guru adalah seorang sosok yang tidak paham situasi dan kondisi terkini mengenai ilmu pengetahuan dan pengembangannya. Guru baik harus literat. Tingkat literasi yang dicapai guru akan memberikan dampak baik bagi kualitas murid yang dalam rangkulannya. Literasi guru berguna memberikan pencerahan, ilmu, terapan, aplikasi, keterampilan, inspirasi, imajinasi, motivasi, dan nilai tambah mutu bagi kemanusiaan.

Profil Guru Masa Depan tidak mungkin akan dipatuhi dengan perintah tugas jadilah penulis yang baik ketika guru tidak punya karya nyata dalam bentuk tulisan yang bisa dibaca oleh murid. Terbukti dulu baru dapat dipercaya.

Profil Guru Masa Depan yang literat tampak sakti serba tahu segala sesuatu di mata murid. Mereka akan sepenuhnya percaya dengan guru yang literat. Literat dalam bidang religi, sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagaimana peta kurikulum nasional. Guru harus memberikan wahana bagi terciptanya olah raga, olah rasa, olah hati, dan olah pikir


Guru Superhero

Contoh Profil Guru Masa Depan adalah seorang yang akan disebut sebagai superhero oleh muridnya. Guru yang serba bisa, tidak sekedar pandai berwacana atau mendramatisir kelas. Guru yang mampu menghadirkan wujud semesta ke dalam kelas. Guru yang mampu membuat para murid merasakan wow, cool, keren, dan sebagainya. Guru harus sakti dalam segala hal. Salah satu cara agar guru menjadi superhero bagi mereka adalah menganggap mereka sebagai anak-anak guru sendiri.

Contoh Profil Guru Masa Depan yang menganggap mereka (murid) sebagai anak, memberikan kenyamanan bagi anak untuk curhat, mengkritik, meminta bantuan bahkan meminta uang saku ketika mereka kehabisan uang saku (sebagai contoh kecil).

Contoh Profil Guru Masa Depan yang Guru superhero seperti ini akan dikenang mereka sepanjang masa sebagai guru yang seperti orang tua mereka sendiri, yang terbaik yang pernah ada. Segala doa para murid mengalir untuk guru superhero.

Guru superhero seperti ini akan menjadi buah bibir mereka hingga beberapa turunan. Tidak heran jika mereka akan tetap menjaga tali kasih mereka dengan guru superhero meraka sampai guru atau salah satunya meninggal. Guru superhero serperti ini akan menjadi idola terbaik mereka.


Guru Punya Prioritas

Guru dapat membuat keputusan terbaik atas segala program pengajarannya di kelas sesuai dengan kebutuhan zaman dan kebutuhan murid per murid. Ketika pemerintah sibuk dengan memperbaiki sisi kompetensi pengetahuan, guru akan menambahnya dengan membekali murid dengan kompetensi religi dan sikap sosial yang baik. Sesuatu yang murni dari dadanya si guru sendiri.

Guru yang memiliki prioritas sangat mudah menganggap murid sebagai anak sendiri. Ia tahu yang terbaik untuk anaknya. Ia tahu apa kesukaan dan kebiasaan anak-anaknya dengan baik. Ia juga tahu bagaimana membentuk murid sebagaimana yang murid inginkan.

Guru seperti ini tidak menyibukkan diri dengan segala bentuk administrasi yang katanya wajib. Guru ini tidak akan menyibukkan diri dengan kertas-kertas bisu. Segala program dan teknisnya sudah menjadi hologram virtual ada di depan matanya yang tajam. 


Jasa dan Dosanya  Setimbang 

Ketika guru menanamkan bahwa 1x3 sama dengan 3x1, maka guru ini telah menyemai dosa jariyah. Murid akan menerapkannya dalam kehidupan bahwa anak keturunan para murid ini. 

Begitu pula ketika guru menyampaikan kebenaran, maka ia juga akan mendapatkan pahala berupa amal jariyah yang terus mengalir turun temurun. Jariyah tersebut dapat mengantarkannya ke hadirat Tuhan.

Walau banyak pendapat guru bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa (karena sudah berbentuk profesi dan digaji 'besar' oleh pemerintah), tapi guru tidak bisa melepaskan diri dengan kabur begitu saja dari pengadilan Tuhan atas apa yang telah disampaikan dan dicontoh kepada murid.

Gus Baha menyampaikan bahwa Kanjeng Nabi berdoa untuk guru yang tanpa tanda jasa ini. Guru yang sukarela mengabdikan diri untuk Tuhannya, tanpa digaji. Oleh karena guru zaman now bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa, ada baiknya menambah kuantitas atau kualitas pembelajaran di luar yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Itulah mereka, guru yang didoakan oleh Kanjeng Nabi.

Guru jangan sampai melakukan malpraktik dalam pendidikan apalagi menjadi pelacur di dalamnya. Malprakti yang dilakukan guru memang tidak membuat murid mati seketika, tapi malpraktik tersebut akan berdampak negatif berkepanjangan dalam kehidupan mereka. 

Guru jangan senang dengan pujian bahwa para guru karena banyak amalnya berupa transfer ilmu kepada murid dan bisa memilih kapling di surga. Tidak, tidak demikian, Semua akan melalui pengadilan dan timbangan Tuhan. jangan sampai seluruh amal guru yang sangat banyak itu, kelak ditukar dengan malpraktik yang telah murid perbuat selama hidup. Guru seperti ini akan bangkrut, tak punya apa-apa di alam sana.


Guru Juga Manusia

Benar, guru juga manusia sama dengan siapa pun. Guru adalah pendidik dan pengajar pada pada sebuah lembaga pendidikan. Guru adalah seorang pengajar suatu ilmu, ilmu yang menunjukkan jalan menuju kebenaran agar mendapat keselamatan. Guru adalah seorang profesional dengan tugas utama mendidik.

Guru adalah orang yang memandu muridnya, seorang guru adalah pemandu spiritual atau prototipe teladan bagi muridnya dalam hal religi (harusnya). Guru merupakan simbol bagi suatu tempat yang seharusnya tempat itu menjadi mulia karena keberadaannya.

Yang istimewa baginya karena ia lebih banyak pundi-pundi keilmuannya dibanding dengan yang bukan guru. Guru sebagai manusia tentu mempunyai kesalahan yang disengaja atau tidak disengaja, guru adalah selayaknya merupakan seorang guru sangat dihormati, dihormati dan terkenal di masyarakat.

Maka agar tidak terjadi su'ul adab (akhlak yang tidak baik) kepada guru, tetap hormati. Bedakan antara person dan perbuatannya. Ini untuk menjaga keberkahan ilmu yang telah diserap pengguna layanan publik ini karena tidak semua yang guru lakukan semuanya tidak baik.

Adab yang baik kepada guru akan mengikat ilmu dan keberkahannya. Adab yang baik kepada guru tidak hanya dilakukan guru kepada murid dan orang tuanya, tapi juga oleh murid dan orang tua mereka.Inilah tali yang kuat untuk mencapai langit dan memetik bintang-bintang kesuksesan mereka kelak.

Jangan pernah melukai hati guru apapun keadaannya sebab itu akan membawa dampak yang tidak baik kelak. Tentu guru tetap ditempatkan dalam posisi yang mulia semulia ibu pada pandangan seorang anak yang berbakti.


Guru Paripurna

Bagian akhir dari halaman ini adalah guru paripurna sebagai Contoh Profil Guru Masa Depan. Guru yang paripurna selain beberapa hal di atas yang harus dipenuhi, ada satu hal yang utama. Hal utama yang dimaksud adalah guru paripurna selain menganggap murid adalah anak sendiri, guru paripurna tak lupa mendoakan para muridnya dengan tulus.

Wah, berat sekali ya? Tidak, jika dilakukan dengan tulus. Doa dapat dilakukan dengan gratis kan. Doa inilah senjata terakhir guru untuk kesuksesan para murid dan bentuk wujud dari keberkahan dan kemanfaatan ilmunya. Itulah Contoh Profil Guru Masa Depan harapan bangsa. Para murid, maka sering-seringlah doakan gurumu. (Bukankah yang menjadi guru saat ini adalah murid dari guru pendahulunya?)


Guru Paripurna akan Mendapatkan Doa Khusus dari Kanjeng Nabi

Guru yang bagaimana yang dijamin mendapatkan doa Kanjeng Nabi secara khusus? Salah satu cirinya adalah yang mengajar dengan ikhlas. Bagaimana dengan guru yang mendapatkan gaji? Maka ia harus menambah jam untuk mengimbangi beratnya timbangan ikhlasnya selayak orang yang mengajar tanpa diupah. 

Ciri kedua. Orang yang mengajar akan mendapatkan doa langsung dari Kanjeng Nabi yaitu yang seimbang antara ilmu dunia dan ilmu akhirat. Bagaimana dengan guru sekolah umum? Nah, berarti harus menambah konten ilmu akhirat. Pertanyaan lebih lanjut, bagaimana kalau tidak banyak tahu tentang ilmu akhirat? Apa itu ilmu akhirat? 

Wah, harusnya sebagai orang yang mengajar (guru) harus banyak menimba ilmu baik itu ilmu dunia ataupun ilmu akhirat. Harus banyak mengumpulkan perbendaharaan ilmu. Tentu untuk disampaikan kepada murid. Dikemasnya diolahnya sehingga menjadi produk prilaku baik bagi murid.

Apa saja yang termasuk ilmu akhirat? Karena menuntut ilmu adalah wajib sampai liang lahat, maka seharusnya seorang guru mempunyai guru spiritual untuk mengisi kekosongan jiwanya. Untuk sementara sambil berproses, yang bisa disampaikan adalah yang diketahui saja sesuai kemampuan si pengajar. Misalnya mulanya hanya tahu dan paham tentang bersuci, wudhu’, dan sebagainya. Ya itu saja dulu yang disampaikan sambil belajar lebih banyak dan dalam tentang banyak hal terutama tentang tauhid. Walaupun di sekolah umum sudah ada guru agama bukan berarti guru yang bukan guru agama lepas tangan atas tanggung jawab atas kewajiban menuntut ilmu. (itu kalau mau mendapatkan doa Kanjeng Nabi).

Inilah doa Kanjeng Nabi untuk para guru. Dalam kitab karya Imam JalaluddinAs-Suyuthi yang berjudul Lubab Al-Hadits, menulis bahwa pahala memuliakan guru tak lain adalah surga. Nabi bersabda:

“Barangsiapa memuliakan orang berilmu (guru), maka sungguh ia telah memuliakan aku. Barangsiapa memulikan aku, maka sungguh ia telah memuliakan Allah. Barangsiapa memuliakan Allah, maka tempatnya di surga”.

Doa dari Syekh Abdul Fattah Abu Guddah dalam catatan kaki kitab Risâlah al-Mustarsyidin berikut:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِمَشَايِخِنَا وَلِمَنْ عَلَّمَنَا وَارْحَمْهُمْ، وَأَكْرِمْهُمْ بِرِضْوَانِكَ الْعَظِيْمِ، فِي مَقْعَد الصِّدْقِ عِنْدَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâhumma-ghfir li masyâyikhinâ wa liman ‘allamanâ wa-rhamhum wa akrimhum biridlwânikal ‘adhîm fî maq’adish shidqi ‘indaka yâ arhamar râhiîn

Artinya, “Wahai Allah ampunilah guru-guru kami dan orang yang telah mengajar kami. Sayangilah mereka, muliakanlah mereka dengan keridhaan-Mu yang agung, di tempat yang disenangi di sisi-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang.” (Imam al-Haris al-Muhasibi, Risâlah al-Mustarsyidin, Dar el-Salam, halaman 141).

Secara rinci, guru yang bagaimana yang mendapatkan doa Kanjeng Nabi selain modal ikhlas di atas? Kanjeng Nabi langsung mencontohkan dirinya sebagai guru. Sebagai guru Kanjeng Nabi harus juga murabbi. Sebagai murabbi, guru harus bisa mencontohkan dengan baik sifat-sifat Tuhan serta berkewajiban mengajarkan sifat-sifat terpuji untuk para murid.

Kedua, guru juga harus berperan sebagai muallim. Artinya guru harus menjadi penyampai dan teladan yang baik atas apa yang ia sampaikan. Guru sebagai muallim harus dapat menjelaskan dengan baik tentang suatu ilmu, terutama dalam hal membangun pemikiran murid tentang hakikat sesuatu.

Ketiga, guru juga harus berperan sebagai muaddib. Yaitu orang yang mencontohkan langsung tata krama, sopan santun, adab, akhlak, dan budi pekerti secara konsisten kepada muridnya.

Keempat, guru juga sebagai mudarris, yaitu orang yang memiliki kepekaan intelektual atas informasi. Ia harus ahli dalam berbagai informasi dan update terhadap informasi tersebut. Guru harus juga melatihkan berlogika, berketerampilan, dan berkemampuan sesuai dengan minat murid.

Kelima, guru juga harus berperan sebagai mursyid. Yakni orang yang mendidik dan membimbing murid agar terampil menggunakan aka sehatnya sehingga mencapai kesadaran tentang hakikat sesuatu atau kedewasaan berpikir.

Keenam, guru juga sebagai multi. Guru harus literat. Guru harus membimbing dan memahamkan tentang berbagai kegiatan dan keterampilan berbahasa seperti membaca dan menulis.

Ketujuh, guru juga sebagai muzakki. Yakni orang yang selalu menyucikan diri. Sebagai guru ia bertanggung jawab membimbing, memelihara, dan mengembangkan fitrah murid agar terhindar dari perkataan kotor, sikap negatif, dan keadaan yang kotor.

Wah, berat sekali ya? Mereka itulah yang akan mendapatkan doa langsung dari Kanjeng Nabi. Guru yang paripurna. Guru yang menjadi cantolan murid ke surga dan mencapai kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat. Semoga para guru di Indonesia termasuk orang-orang yang ada dalam daftar guru yang didoakan Kanjeng Nabi. Aamiin.


Post a Comment for " Profil Guru Masa Depan Harapan Bangsa"